Jumat, 05 Juli 2019

​​​​​​​Pentingnya Memahami Teknik Penyusunan Corporate Debt Restructuring Agreement bagi Legal Counsel

​​​​​​​Pemahaman ini penting agar kedua belah pihak mendapatkan jalan tengah/alternatif adanya kredit macet itu sendiri sehingga perekonomian perusahaan berjalan dengan normal kembali bahkan dapat menghasilkan keuntungan.
Tim Hukumonline

Pelaksanaan restrukturisasi utang perusahaan atau yang biasa juga disebut sebagai corporate debt restructuring ini dalam praktiknya tidak sederhana dan menyimpan implikasi. Sebagaimana diketahui implikasinya salah satunya pada anatomi penyusunan kontrak, relasinya dengan financing agreement, dan strategi negosiasinya. Sehingga, tak jarang pelaksanaan restrukturisasi utang perusahaan tidak kunjung mencapai kata sepakat dan tidak berhasil menjadi pemecah kebuntuan dari permasalahan kredit macet itu sendiri.

 

Atas dasar itu, debitor dan kreditor harus memahami betul poin-poin apa saja yang harus diperhatikan dalam teknik penyusunan kontrak restrukturisasi utang, teknik negosiasi, maupun risiko-risikonya dalam penggunaan corporate debt restructuring agreement. Pemahaman ini penting agar kedua belah pihak mendapatkan jalan tengah/alternatif adanya kredit macet itu sendiri sehingga perekonomian perusahaan berjalan dengan normal kembali bahkan dapat menghasilkan keuntungan.

 

Melihat hal tersebut, Hukumonline pada tanggal 18 Juli 2019 mendatang, mengadakan workshop “Memahami Karakteristik dan Aspek Hukum Corporate Debt Restructuring Agreement serta Teknik Penyusunannya” di Fraser Place, Setiabudi, Jakarta Selatan. Kegiatan ini terbuka pendaftaran untuk siapapun yang berminat, terutama bagi pelaku usaha maupun in house counsel yang ingin mendalami terkait corporate debt restructuring agreement ini.

 

Jika Anda tertarik, silakan klik di sini, atau klik gambar di bawah ini:

 

 

Restrukturisasi utang pada hakikatnya perlu dilakukan untuk mengatasi kredit bermasalah yang tengah dialami oleh perusahaan. Dari kacamata debitur, restrukturisasi utang merupakan suatu tindakan yang perlu diambil sebab perusahaan tidak memiliki lagi kemampuan atau kekuatan untuk memenuhi commitment-nya kepada kreditur.

 

Commitment yang dimaksud di mana debitur tidak dapat lagi memenuhi perjanjian yang telah disepakati sebelumnya dengan kreditur, sehingga mengakibatkan gagal bayar. Dan apabila perusahaan tidak melakukan restrukturisasi utangnya maka akan timbul wanprestasi yang dapat mengakibatkan masalah besar bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan.

 

Dengan kata lain, tujuan dari restrukturisasi utang perusahaan ini sejatinya adalah untuk melaksanakan transformasi (restruktur) utang secara tepat waktu serta teratur dengan maksud untuk meningkatkan keuntungan.

 

Dengan pemahaman yang baik, maka tujuan untuk meningkatkan keuntungan bagi kedua belah pihak baik kreditor maupun debitor dalam restrukturisasi utang perusahaan dengan bentuk perjanjian bisa tercapai. Namun, sebelum melaksanakan restrukturisasi utang perusahaan, sejumlah aspek perlu diketahui oleh in house legal counsel maupun pelaku usaha itu sendiri.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua